Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Kisah Sex Aku Menjadi Sampah Cinta 2
Iklans.com - Aku gelagapan saat si sopir menyenggamai mulutku dengan beringas hingga akhirnya dia menyembur ke dalam mulutku, sebagian meleleh ke dagu, namun sebagian besar tertelan. Aku tidak sempat mempraktekkan teknik menyedotku yang lihai itu karena dia terus menyodok mulutku bahkan ketika keluar sampai tersedak aku dibuatnya, begitu kulepas kulumanku aku langsung batuk-batuk dan meludahkan sisa sperma itu dari mulutku.
Sesaat aku bersimpuh di lantai meminum air yang disodorkan Bang Din dan mengatur kembali nafasku. Kemudian dia merebahkan tubuhku di lantai marmer yang dingin itu dan mencium dan menjamahnya dari wajah hingga berhenti di kemaluanku yang sudah basah, dia menjilat dan mengisapnya dengan lahap. Mulutku mendesis nikmat dan kedua paha mulusku mengapit kepalanya. Kulihat si sopir menuangkan air dingin dari kulkas dan meminumnya, dia juga melihat-lihat isi kulkasku, kemudian diambilnya sekotak susu kecil dan kembali menghampiri kami.
“Oii-ooi.. Kita sarapan sambil ngentot yuk!” sahutnya seraya menggigit ujung kotak susu itu dan menyobeknya.
Ditumpahkannya susu itu ke sekujur tubuhku sampai habis. Kurasakan dinginnya air susu dan lantai marmer pada tubuhku yang sudah memanas. Bagaikan menyantapku, keduanya menjilati dan mencium tubuhku yang sudah berasa susu itu.
“Mmuuahh.. Enak banget, jadi manis kaya orangnya!” komentar Din sambil menjilati vaginaku yang bersusu.
“Sluurrpp.. Slurrp!” demikian suara mereka menikmati susu pada tubuhku, suara itu dimeriahkan oleh desahan dari mulutku.
“Ini namanya susu campur, ada susu sapinya, ada susu ceweknya, hehehe..” kata si sopir setelah menghabiskan susu yang bercucuran di tubuh bagian atasku.
“Heh, tambah lagi dong susunya, udah mau habis nih!” pinta Din pada temannya.
“Beres Din, masih ada kok!” kembali si sopir membuka kulkas.
Dia kembali lagi tapi kali ini bukan dengan susu kotak melainkan whipping cream strawberry. Sepertinya dia tidak tahu makanan apa itu sehingga dia pun bertanya padaku..
“Eh.. Non, kalo yang ini apaan sih? Susu bukan, es krim juga bukan”. Dasar udik.., kataku dalam hati.
“Itu namanya whipping cream Bang, biasanya buat makan sama buah” jelasku padanya.
Hei, mendadak aku terpikir sebuah cara baru untuk menikmati oral seks. Maka kuminta Din untuk berdiri dan menyodorkan penisnya padaku. Lalu kebaluri penisnya yang hitam dengan whipping cream itu.
“Wah.. Wah kontol saya mau diapain Non, asal jangan dimakan yah” katanya menanggapi tindakanku.
Kujawab hanya dengan membuka mulut dan memasukkan penis itu ke mulutku. Hhmm.. Nikmat, penis rasa strawberry kesukaanku, kukulum-kulum seperti permen. Kuisap maju-mundur penis itu, pipiku sesekali menggembung tertekan kepala penisnya. Sementara aku menyepong, si sopir tak bosan-bosannya menggerayangiku dari belakang, payudaraku diremasi dan diputar-putar putingnya, vaginaku diusap-usap, dari permukaan jari-jari itu merambat masuk lebih dalam dan mengorek-ngoreknya.
Yang membuatku bertambah gila adalah ketika dia memain-mainkan biji klitorisku persis seperti yang dia lakukan terhadap putingku. Leher dan bahuku juga tidak luput dari cupangan-cupangan yang dilancarkannya hingga meninggalkan bekas cupangan dan ludah. Aku pun makin menggelinjang sambil terus mengeluarkan desahan-desahan tertahan.
Artikel Terkait
Tiba-tiba si sopir mendekap pinggangku dan mengangkatnya ke atas, maka posisiku kini berdiri dengan badan atas membungkuk 90 derajat. Tanpa melepas penis Bang Din, aku melingkarkan tangan pada tubuhnya sebagai penyangga. Dua jari si sopir telah membuka bibir vaginaku dan penisnya ditekan masuk ke dalamnya. Badanku mengejang beberapa detik ketika benda itu menerobos vaginaku. Selanjutnya si sopir memaju-mundurkan pinggulnya dengan ganas sambil melenguh keenakan merasakan jepitan otot-otot kemaluanku.
“Hhmmhh.. Memeknya enak banget Non, seret dan basah!” serunya sambil meninggikan frekuensi genjotannya. Lanjut baca!
Kisah Sex Aku Menjadi Sampah Cinta 1
Aopok.com - Suatu hari aku bangun pagi sekali, hari itu aku kuliah siang jam sebelas sementara jam di kamarku masih menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Maunya sih tidur lagi, tapi kantukku sudah hilang dan tidak bisa tidur lagi, mungkin gara-gara kemarin aku tidur terlalu awal, kira-kira setengah delapan malam.
Ini adalah hari kedua aku sendirian di rumah, orang tuaku selalu sibuk, Papa sedang mengurus bisnis di Malaysia ditemani mamaku yang kebetulan juga mau berobat di sana, sedangkan pembantuku satu-satunya juga sedang pulang kampung sejak lima hari yang lalu karena saudaranya meninggal. Janjinya sih sore ini dia akan kembali, yah kuharap begitulah karena aku capek sekali selama tiga hari ini harus mengurus makan dan beres-beres sendiri.
Aku pun turun ke bawah tanpa mengenakan apapun (ya, telanjang, sudah menjadi kebiasaanku bila di rumah tidak ada siapa-siapa aku selalu tak berbusana di rumah, rasanya nyaman dan sehat, bisa membuat darah mengalir lebih lancar), di dapur aku mengambil sebungkus mie keriting dan memasaknya. Setelah matang aku membawa sarapanku ke atas untuk menikmatinya di balkon kamarku. Sebelumnya aku terlebih dulu mengambil daster kuning-ku yang berdada rendah untuk menutupi tubuh polosku, walaupun ekshibisionis tapi aku harus tahu batasannya dong, kan ga enak kalau nanti kelihatan tetangga sekitar kalau aku sembarang pamer tubuh.
Kunikmati sarapanku di serambi balkon sambil menikmati udara pagi yang segar, suasananya tenang dihiasi oleh kicau burung dan kupu-kupu beterbangan di taman bawah sana. Sehabis sarapan, aku menyalakan sebatang rokok sambil berdiri bersandar di balkon, beberapa orang yang sedang joging melintasi depan rumahku, salah satunya adalah Tante Lia, tetangga dan teman mamaku, beliau menyapaku dari jalan, akupun tersenyum dan membalas salamnya.
Sebuah truk sampah berhenti di setiap rumah untuk melaksanakan tugas hariannya mengambil sampah. Tak lama kemudian, truk itu berjalan ke arah sini dan berhenti tak jauh dari rumahku. Seorang petugas sampah turun mengambil kantong-kantong sampah dari rumah di sekitar situ. Tukang sampah itu berbadan tinggi dan agak gemuk, usianya sekitar 30-an, mukanya bundar dengan hidung yang besar. Sambil mengisap rokok, kuperhatikan dia selama beberapa saat sedang mengangkat kantong sampah lalu melemparkannya ke bak truk. Pelan-pelan aku mulai mikir yang jorok-jorok, pagi-pagi gini niat isengku sudah timbul.
“Pagi Non!” sapanya ketika melewati rumahku.
“Pagi Bang!” balasku.
“Eh.. Bang tunggu bentar, di dapur masih ada lagi sampahnya nih, sebentar ya!”, lanjutku lagi.
Aku mematikan rokokku dan turun sambil membawa piring dan gelas bekas sarapan tadi, setelah menaruhnya di pencucian aku langsung ke depan membuka pintu. Kebetulan tong sampah di dapur memang sudah penuh sesak, soalnya sejak mama pergi belum ada yang membereskannya.
Artikel Terkait
“Bang, Bang, tolongin saya bisa gak, kan pembantu saya lagi gak ada, jadi sudah dua hari tuh sampah numpuk di dapur, bantu saya beresin dong yah, ntar saya kasih duit rokok deh!” pintaku dengan nada manja.
“Hhmm, OK deh Non.. Mana sampahnya, biar Abang bantu beresin!” katanya.
Aku membukakan pagar dan mempersilakannya masuk, dia memperhatikanku terus sambil berjalan ke dalam, sesekali matanya mencuri-curi pandang ke belahan dadaku yang menantang di balik belahan dasterku yang rendah, entah dia tahu atau tidak bahwa di baliknya aku tidak memakai apapun lagi.
“Sepi yah Non, sendirian di rumah nih? Lagi pada kemana?” tanyanya.
“Iya Bang, semua lagi keluar nih, sudah dari kemarin lusa sendirian” jawabku.
“Tuh Bang, udah penuh gitu, tolong yah!” lanjutku sambil menunjuk pada tong sampah biru besar di dapur. Wajib baca!
Kisah Sex Jilat Anus di Kost Dimas 2
Aopok.com - “Sini Mbak bukain bajunya, biar enakan, ayo.. jangan malu-malu disini semua bugil kok!” kulucuti pakaiannya tanpa menunggu responnya, dia masih malu-malu menutupi penisnya dengan tangan.
Kutepis tangannya dan kugenggam penis yang masih setengah tegang itu, aku berlutut di depannya dan mulai menjilati benda itu, kemasukkan bagian kepalanya ke mulutku dan kuemut pelan. Aku melirik ke atas melihat reaksi wajahnya dengan mata merem-melek dan menelan ludah memperhatikan aku mengoralnya. Makin kukocok benda itu terasa makin keras dan besar, memang nggak jumbo size sih, namanya juga ABG, tapi kerasnya lumayan.“Hmmhh.. Mbak.. geli Mbak!” erangnya gemetaran.
“sudah jangan cerewet, dikasih enak gratisan malah bawel, nanti juga ketagihan kok” jawabku.
Tiba-tiba terdengarlah suara musik heavy metal mengalun di kamar ini, sambil terus menyepong kulirikkan bola mataku ke arah suara. Ternyata si Dimas menyalakan MP3 di komputernya dan menyetel volume suaranya untuk meredam suara kami. Kemudian mereka yang tadinya melongo memperhatikanku mengerjai anak muda sudah mulai lagi dengan kesibukan mereka. Kini Dimas menaikkan kedua tungkai Indah ke bahunya dan kembali melesakkan penisnya ke vaginanya. Setelah beberapa kumainkan dalam mulutku, penis itu mulai berkedut-kedut, pemiliknya juga mendesah makin tak karuan. Akupun semakin dalam menelan benda itu hingga menyentuh daging lunak di tenggorokanku.
“Mbak.. ohh.. enakk banget Mbak.. aahh!” desahnya panjang bersamaan dengan spermanya yang ngecret di dalam mulutku.
Pipiku sampai kempot mengisap dan menelan cairan itu dengan nikmat, tak setetes pun tertinggal. Kemudian akupun bangkit berdiri sambil tetap menggenggam penisnya yang masih ngaceng tapi agak berkurang tegangnya.
“Gimana Dan, pernah diginiin nggak sama cewek sebelumnya, rasanya gimana?” tanyaku dengan senyum nakal.
“Baru pertama kali Mbak.. he-eh emang enak banget,” katanya masih dengan nafas terengah-engah.
“Ini baru pemanasan Dan, masih banyak yang lebih enak kok, yuk sini deh!” kataku seraya menaikkan pantat ke meja belajar dan mengangkangkan kedua belah paha mulusku.
Kubimbing penisnya ke arah vaginaku yang terkuak lebar, setelah tepat sasaran kusuruh dia menggerakkan pinggulnya ke depan. Bless.. terbenamlah penis itu ke dalamku diiringi desahan nikmat kami. Tanpa kuajari lagi dia mulai menggerak-gerakkan pinggulnya maju-mundur, sodokannya walaupun terasa makin mantap tapi rasanya masih ada yang kurang yaitu dia tidak memberi rangsangan pada bagian sensitifku lainnya, maklumlah namanya juga perjaka, masih amatiran. Aku harus terus berinisiatif mengajarinya, maka kutarik kepalanya mendekati payudaraku yang membusung, kusuruh dia mengeyotnya sepuas hati. Barulah dia mulai berani menjilati dan mengulum payudaraku, bahkan tangan satunya kini aktif menggerayangi payudaraku yang lain.
Entah karena terlalu nafsu atau kelepasan dia gigit putingku yang kanan dengan cukup keras, sampai aku menjerit.
“Aakkhh.. Dan sakit, jangan keras-keras dong!”
Artikel Terkait
Di seberang sana Indah sudah dibuat orgasme entah yang keberapa kalinya. Tak sampai lima menit berikutnya Dimas pun mendesah panjang mencapai klimaksnya, dia mencabut penisnya dari vagina Indah dan menumpahkan isinya diatas perut rata Indah. Merekapun roboh bersebelahan, Indah mengusap-ngusapkan sperma itu ke tubuhnya dan menjilati sisa-sisanya di jari. Dadan masih terus menyodokku dari depan, gairahku makin memuncak saja, vaginaku terasa makin panas akibat gesekan dengan penisnya, suara erangan kami terlarut bersama dengan dentuman musik rock dari komputer. Bosan dengan posisi ini, dia memintaku ganti gaya. Sekarang kami melakukannya dengan gaya berdiri, aku berpegangan pada tepi meja sambil disodok dari belakang, dengan posisi demikian tangannya lebih bebas menggerayangi payudaraku yang bergantung, putingku dipencet dan dipilin-pilin terkadang agak kasar sampai benda itu mencuat tegang.
“Dan.. tambah cepet dong.. Mbak sudah mau nih..!!” aku mengerang lirih saat kurasakan klimaks sudah diambang.
“Ooohh.. ahh.. saya juga.. kok rasanya tambah.. enak Mbak” sahutnya dengan menambah goyangannya. Lanjut baca!
Kisah Sex Jilat Anus di Kost Dimas 1
Iklans.com - Dua mingguan setelah peristiwa ‘Akibat Main Mobil Goyang’ aku sedang makan di kantin mahasiswa bersama Ratna. Kami ngerumpi sambil menunggu jam kuliah berikutnya, saat itu jam 12.00 jadi kantin sedang penuh-penuhnya. Waktu sedang larut dalam canda tawa, tiba-tiba pundakku ditepuk dari belakang dan orang itu langsung duduk di sebelah kiriku.
“Hallo girls, gabung yah, penuh nih!” sapa orang itu yang ternyata si Dimas, salah satu playboy kampusku yang dua minggu lalu terlibat ‘bercinta’ denganku (baca Akibat Main Mobil Goyang).
“Penuh apa alasan buat bisa deketin kita, heh?” goda Ratna padanya.
“Iya nih, dasar, itu tuh disana aja kan ada yang kosong, hus.. hus..!!” kataku dengan nada bercanda.
“Maunya sih.. cuma kalau saya disana takutnya ada yang merhatiin saya, jadi mendingan saya deketin sekalian” kelakarnya dengan gaya khas seorang playboy.
“Gila nggak tahu malu amat, jijay loe!” sambil kucubit lengannya.
Kami bertiga menikmati makan dan obrolan kami semakin seru dengan datangnya pemuda ini. Harus kuakui Dimas memang pandai berkomunikasi dengan wanita dan menarik perhatian mereka. Dalam empat sekawan geng-ku saja dia sudah pernah menikmati petualangan sex dengan tiga diantaranya (termasuk aku), tinggal si Indah yang belum dia rasakan.
“Kuliah jam berapa lagi nih kalian?” tanyanya
“Saya sih masih lama, jam tiga nanti, pulang tanggung” jawabku.
“Kalau saya sih sebentar lagi jam satu masuk, BT deh kuliahnya Bu Dinah yang killer itu” jawab Ratna sambil mengelap mulutnya dengan tisu.
“Halo Ci.. hai Nana (Ratna)!” sapa Indah yang tiba-tiba nongol dari keramaian orang lalu duduk di sebelah Ratna.
Hari itu Indah tampil dengan penampilan barunya yaitu rambutnya yang panjang itu dicat coklat sehingga nampak seperti cewek indo. Dia terlihat begitu menawan dengan baju pink yang bahunya terbuka dipadu celana panjang putih.
Kuperkenalkan Dimas pada Indah, berbeda dengan kami bertiga yang dari fakultas yang sama, Sastra Inggris, Indah berasal dari Fakultas Ekonomi sehingga dia belum mengenal Dimas. Begitu kenal dengan Indah, Dimas langsung beraksi dengan kata-kata dan pujian gombalnya. Dengan sifat Indah yang gaul itu mereka cepat akrab dan omongannya nyambung.
“Dasar aligator darat,” begitu gumamku dalam hati sambil menyedot minumanku.
Tak lama kemudian HP Ratna berdering lalu dia pamitan karena ada janji mau mengerjakan tugas kelompok dengan temannya di perpustakaan. Jadi sekarang tinggallah kami bertiga.
“Ngapain yah enaknya sambil nunggu, bosen kan disini terus?” kata Indah setelah menghabiskan kentang goreng dan minumnya. Ternyata dia sedang menunggu kuliah jam tiga juga.
Artikel Terkait
“Ke kost saya gimana? Saya sih sudah beres nggak ada apa-apa lagi,” usul Dimas.
Kami pun mengiyakan daripada menunggu dua jam lebih di kampus, di kostnya kan banyak film jadi bisa nonton dulu. Kami pun berjalan ke gerbang samping yang menuju ke kostnya setelah membayar makan.
Hanya dalam lima menit kami sudah tiba di tujuan. Kostnya cukup besar dan bagus karena termasuk kost yang mahal di daerah sini, terdiri dari dua tingkat dengan kamar mandi di kamar masing-masing. Penghuninya campur pria-wanita, tapi menurut Dimas lebih dari setengahnya wanita, makannya dia betah di sini.
“Welcome to my room, sori yah rada berantakan,” dia membukakan pintu dan mempersilahkan kami masuk ke kamarnya di tingkat dua. Baca semua!
Kisah Entot Aske dan Karyawati Baru 3
Aopok.com - Saat itu Susan sedang di kerjai oleh Alex, mungkin Alex masih penasaran karena tadi gagal membobol kegadisan Susan pikirku, nafas Susan telihat tersengal-sengal, matanya membeLiak, sementara mulutnya tidak berhenti menjerit-jerit.
“Jangann.. Jangan.. Liaa.. Tolong Susan Li.. Sakiitt..!!” jerit Susan sambil tubuhnya meronta berusaha melepaskan diri dari himpitan Alex yang saat itu sedang berusaha memasukkan kemaluannya ke dalam vagina Susan, setengah sudah penis Alex melesak masuk ke dalam liang vagina Susan.
“Gila luh, punya lu emang benar benar sempit..” ujar Alex sambil terus mendorongkan batang penisnya, membuat Susan makin mengerang kesakitan, Susan berusaha menarik tubuhnya sendiri ke atas supaya batang penis Alex bisa terlepas dari kemaluannya, tapi rupanya Alex sudah sangat bernafsu, ditariknya pinggang Susan ke arah tubuhnya, lalu Alex menghentakkan pantatnya ke arah depan. Dengan sekali hujam amblaslah kemaluannya ke dalam lubang kemaluan Susan.
“Tidak..!! Lepasskan sayaa.. Tolongg..!!” jerit Susan melolong kesakitan tubuhnya melenting ke atas dan tangannya mencengkeram bibir meja dengan keras. Tubuhnya mulai terguncang guncang dengan keras saat Alex mulai memompakan batang penisnya ke dalam kemaluan Susan sambil tangannya meremas-remas payudara Susan dengan kasar, gadis itu memalingkan mukanya ke arahku, sepertinya dia tidak sudi menatap wajah orang yang sedang memperkosanya itu. Susan menatapku air matanya menetes dari matanya yang sayu, rambutnya yang panjang tergerai tidak karuan, sebagian menutupi wajahnya.
“Sshh.. Liaa.. Sakiitt” gumam Susan lirih sambil menatap ke arahku dengan pandangan yang nanar dan putus asa, sepertinya Susan masih tidak percaya kalau saat ini kegadisannya telah terenggut, sesekali matanya terpejam menahan sakit, saat Alex terus menghujamkan batang penisnya dan memompanya dengan kasar.
Sementara di sebelah kiriku, Paul masih sibuk menggerayangi tubuh mulus Aske, melumat bibirnya, mengulum dan sesekali menggigit puting buah dadanya, lalu Paul berdiri dan memposisikan tubuhnya di antara selangkangan Aske, mengeluarkan kemaluannya dan mulai mengesek-gesekannya ke bibir kemaluan gadis itu.
“Dari dulu gua sudah ingin nidurin luh, makanya jangan sombong, gua jebol vagina lu sekarang..!!” gumam Paul sambil memandangi wajah Aske yang cantik.
Lalu Paul meludahi telapak tangannya sendiri dan mengurapinya ke kepala penisnya, kemudian dia mulai mengarahkan batang kemaluannya yang sudah licin itu ke dalam vagina Aske dan mendorongnya dengan perlahan, batang penis Paul masuk sedikit demi sedikit sampai akhirnya amblas seluruhnya ke dalam liang kewanitaan Aske, raut muka Paul tampak menunjukkan kenikmatan yang luar biasa, saat seluruh batang penisnya terbenam di liang kemaluan gadis itu, matanya sampai terpejam sementara tangannya menarik syal yang melilit di leher jenjang Aske.
“Oughh.. Ssakitt..” gumam Aske mulai tersadar dari pingsannya. Aske kaget bukan kepalang saat sadar ada yang menindih tubuhnya, gadis itu berusaha sekuat tenaga mendorong tubuh Paul yang menindih tubuhnya, tapi terlambat, batang penis Paul sudah menyeruak masuk dan terbenam seluruhnya ke dalam liang kemaluannya yang memang sudah tidak perawan lagi.
“Aahh.. Perihh.. Kak.. Liaa..!!” keluh Aske sambil memalingkan wajahnya ke arahku saat Paul mulai memompa tubuhnya, tubuh Aske berguncang beberapa kali sebelum akhirnya Paul menghentikan pompaannya.
“Payah lu Ke.. Cantik cantik tapi sudah jebol..” sungut Paul kecewa sambil melepaskan batang penisnya dari dalam liang kemaluan gadis itu.
“Ouhh..” Aske mendesah pelan sambil memejamkan matanya saat penis Paul terlepas dari vaginanya.
Artikel Terkait
“Lex, gantian dong.. Gua juga ingin ngerasain cewek item manis yang seksi itu” ujar Paul sambil menghampiri Alex.
“oke..” sahut Alex setuju, lalu melepaskan batang kemaluannya dari vagina Susan, sekarang gantian Paul yang memompa tubuh Susan.
Dia menaikan kedua kaki gadis itu ke atas pundaknya dan mulai memaju mundurkan pantatnya, membuat Susan makin menjerit jerit kesakitan karena Paul memompanya dengan sangat kasar. Tiba tiba aku merasakan tubuhku terdorong ke depan dan selangkanganku terasa sakit, rupanya saat ini Alex sedang berusaha memasukkan batang penisnya ke dalam liang vaginaku.
“Ouhh.. Jangaann.. Sakitt..!!” aku melenguh pelan saat Alex menghujamkan batang kemaluannya dan mulai memompa vaginaku. Lanjut baca!
Kisah Ngewe Aske dan Karyawati Baru 2
Iklans.com - Saat itu perasaanku sangat galau dan bimbang, bercampur dengan ketakutan yang luar biasa, seumur hidup aku belum pernah melakukan perbuatan seperti itu, mengoral kemaluan laki laki, tapi.. biarlah, demi kebebasan teman-temanku. Walaupun aku merasa sangat terhina di perlakukan seperti itu oleh mereka berdua.
Tiba tiba Paul dengan kasar menarikku dan memaksaku untuk berlutut di depan selangkangannya kemudian dia mendorongkan wajahku ke arahnya sehingga penisnya mengenai bibirku, dengan gemetar kugenggam batang penis si keparat itu, dan mulai kukocok dengan perlahan sambil memalingkan wajahku menahan perasaan jijik. Tapi rupanya Paul kurang puas, dia lalu menjambak rambutku, sambil satu tangannya memasukan batang kemaluannya dengan paksa ke mulutku yang kecil.
“Uurrghh..” aku gelagapan menerima penisnya di mulutku.
“Aahh.. Liaa.. Puasin gua.. kalau nggak.. Ntar elu gua perkosa.. Sshh.. Enak banget Liaa..” desah Paul meracau sambil memaju mundurkan pantatnya mengocok batang penisnya didalam mulutku.
“Cepet.. Lia.. Waktunya sudah hampir habis lho” ujar Alex menakutiku, sambil mendorongkan kemaluannya ke dalam vagina Alfa sehingga kepala penisnya terbenam di dalam liang kemaluan gadis itu.
Aku makin panik..!! Di tengah tengah keputusasaanku aku mencoba memaju-mundurkan kepalaku sendiri mengoral kemaluan Paul, sementara tangan kananku mengocok batang penisnya, berharap dia cepat-cepat mencapai orgasme.
Aku sudah sangat jijik dan hampir muntah, ketika tiba tiba Paul menjambak dan meremas rambutku dengan keras lalu menarik kepalaku ke arah selangkangannya.
“Sshh.. Liaa..!!” Paul menyebut namaku, sambil membenamkan seluruh batang penisnya ke dalam mulutku, sementara tangannya makin keras menarik kepalaku sehingga batang penisnya makin menyeruak masuk sampai ke batas tenggorokanku, aku merasakan cairan hangat menyemprot dan memenuhi rongga mulutku, sebagian langsung masuk melalui kerongkonganku tanpa bisa kucegah, Paul masih sempat menyentakkan kemaluannya beberapa kali, sebelum akhirnya mengeluarkan batang penisnya dari mulutku, aku langsung terbatuk, nafasku tersengal-sengal berusaha bernafas dengan lega, aku merasakan sisa sisa cairan spermanya yang hangat keluar dari sela sela bibirku lalu jatuh di atas rok spanku. Saat itu aku masih dalam posisi duduk bersimpuh dengan kedua tangan kuletakan di lantai, menopang tubuhku yang masih lemas karena perlakuan Paul yang beringas itu.
“Oke.. Saya sudah turuti kemauan kalian.. Sekarang.. Lepaskan kami semua..” seruku menagih janji mereka.
“Oke.. Oke gua bebasin elu semua.. Tapi setelah inii..!!” seru Alex sambil menghujamkan kemaluannya ke dalam liang vagina Alfa dan terus mendorongnya sampai terbenam seluruhnya di dalam lubang kemaluan gadis itu.
“Ugghh..”
Alfa yang masih pingsan itu sempat melenguh pelan saat penis Alex dengan paksa menyeruak masuk membobol keperawanannya, bibir vaginanya sampai ikut melesak masuk tertarik oleh batang kemaluan Alex.
“Jahanam.. kalian.. Biadab..!! Lepaskan diaa.. kalian sudah janjii..!!” teriakku sangat marah karena telah di perdaya oleh mereka.
Artikel Terkait
Seketika aku berdiri dan langsung menyerbu ke arah Alex yang saat itu sedang asyik menaik turunkan tubuhnya di atas tubuh Alfa, ingin sekali aku membunuh bajingan itu sekarang juga, tapi tiba-tiba tubuhku tertarik ke arah samping, rupanya Paul dengan sigap telah menarik tanganku, dan langsung memelukku dari belakang, aku berusaha meronta dengan sekuat tenaga melepaskan pelukannya, tapi Paul malah mendorongku sehingga kami berdua terjatuh di atas meja, tepat di depan Alex yang sedang menggagahi tubuh Alfa, sekarang posisi tubuhku jadi tengkurap sementara Paul terus menindihku sehingga aku sulit menggerakan tubuhku.
“Lepaskann.. Jahanam..!!” jeritku sambil memaki saat kurasakan tangan Paul mulai menggerayangi dan meremas remas buah pantatku, kakinya berusaha merenggangkan kakiku sementara tangannya mulai masuk ke selangkanganku, mengusap usap bibir vaginaku dari balik celana dalam yang kukenakan, aku kembali menjerit histeris saat Paul dengan kasar menyingkapkan celana dalamku ke arah pinggir dan mulai memasukkan jarinya ke dalam liang kemaluanku. Lanjut baca!
Kisah Ngentot Aske dan Karyawati Baru 1
Tradingan.com - Mungkin para pembaca sudah pernah membaca kisah tragisku yang terdahulu dengan judul “Aske Yang Perawan”, sejak peristiwa itu, aku lebih senang menyendiri dan memilih untuk tidak bergaul dengan teman-temanku, termasuk dengan Aske, Karina, Risna, dan Tante Cindy yang juga mengalami peristiwa yang sama denganku.
Setahun sudah kejadian yang tragis itu lewat dan kini aku sudah mulai bisa melupakan bayang-bayang peristiwa itu, aku sudah kembali ceria dan sudah mau bergaul dengan lingkungan di sekitarku.
Namaku Lia kini umurku 28 tahun dan aku masih bekerja di tempat yang sama seperti setahun yang lalu, walaupun aku masih agak syok dengan kejadian setahun yang lalu, tapi aku tetap merawat diriku sendiri, teman-teman kantorku bilang, sekarang aku terlihat makin cantik dan seksi, memang aku merasa bangga dengan kecantikan yang kumiliki, kulit yang putih mulus, payudara yang besar dan tubuh yang seksi, aku ingin selalu terlihat cantik, walaupun kenyataannya aku sudah tidak perawan lagi akibat perkosaan yang kualami setahun yang lalu.
Saat ini Aske pun bekerja di kantorku, aku sengaja merekomendasikan Aske ke atasanku agar dia di terima bekerja di kantorku, supaya aku mempunyai teman untuk ngobrol dan berbagi cerita, walaupun begitu, kami tidak lagi pernah membicarakan peristiwa yang tragis itu.
“Ke.. Ada karyawan baru lho.. Di kantor kita” ujarku pada Aske yang saat itu sedang membereskan meja kerjanya.
“o.. Ya.. Cewek.. Cowok..?” tanya Aske
“Ada dua orang Ke.. Dan semuanya cewek, kita yang ditugasin ngasih training kerja ke mereka hari ini..” jawabku, sambil memperhatikan Aske yang hari ini terlihat sangat cantik dengan pakaian kerjanya, Aske saat ini mengenakan rok span pendek warna biru dengan blus putih dan blazer senada roknya, dia juga melingkari lehernya yang jenjang dengan syal kecil berwarna biru muda, Aske memang sangat cantik, apalagi rambutnya sekarang sudah panjang.
“Kapan mulainya Kak Lia..?” tanya Aske lagi, sambil mengenakan sepatu hak tingginya.
“Ya sekarang non.. Cepetan siap siap..” seruku.
Singkat cerita, kami sudah bertemu dan berkenalan dengan kedua pegawai baru itu. yang pertama namanya Alfa, usianya 28 tahun sama dengan usiaku. Wajahnya lumayan cantik dengan rambut ikal sebahu, Alfa berkacamata, tapi itu malah membuat wajahnya semakin menarik, tingginya sama denganku, sekitar 165 cm, tubuhnya padat berisi. Saat ini Alfa mengenakan rok putih pendek dan kemeja biru, khas pakaian kerja.
Pegawai yang kedua, Susan, wajahnya biasa biasa aja dan kulitnya sedikit gelap, tapi bentuk tubuhnya.. Ya ampun.. Seksi banget, postur tubuh Susan lumayan tinggi dengan kaki yang jenjang dan pinggul yang kecil, dibalut rok pendek berwarna hitam, benar benar seksi, apalagi buah dadanya juga termasuk besar untuk gadis se usianya, seperti hendak menyembul keluar dari blus hitamnya yang ketat.
Artikel Terkait
Saat itu kami ditugaskan untuk memantau proyek pembangunan gedung yang dikerjakan oleh perusahaan kami, jaraknya lumayan jauh, sehingga kami harus segera berangkat.
Waktu sudah menunjukan jam 11 siang saat kami tiba di proyek pembangunan itu, dan kami langsung menemui dua orang pimpinan proyek di situ, namanya bapak Alex dan Paul, sebelumnya aku memang sudah membuat janji dengan mereka.
“Kita makan siang dulu yuk..” ajak Pak Alex kepada kami.
“Astaga..!! Sudah jam 12 rupanya..” seruku.
Aku memang tidak sadar karena asyik membicarakan pekerjaan dengan mereka.
“Iya nih Kak Lia.. Kita kan sudah laper.. Iyakan..” seru Aske sambil melihat ke arah Alfa dan Susan, yang langsung di sambut oleh anggukan kepala mereka berdua. Baca selengkapnya!







Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...